...aku menari bersama senja diiringi nyanyian hujan yang membekukan... ..

☂☂☂

Oktober 16, 2011

persembahan terakhir untuk bundaku



Dalam sebuah kegamangan, tersimpan berjuta bulir cerita. Yang apabila berusaha untuk diungkap, maka tak akan pernah ada habisnya. Sekalipun sang waktu telah bersumpah untuk menemani.

Ketika kedamaian mendarat dalam nurani bersama jutaan mimpi, sungguh terasa begitu nikmatnya. Tiada terkira. Bahkan, ingin rasanya untuk kian mendekapnya erat. Selamanya.

Hidup adalah sesuatu yang unik. Perpaduan gelisah dan bahagia yang sempurna. Disirami butir-butir canda dan kecewa. Resah dan anugerah.


Meskipun hujan tak lagi menyapaku dalam kegelapan, aku akan selalu menanti kehadirannya membawa nikmat untuk diriku.


Barisan kata yang pernah ku torehkan takkan pernah mewakili perasaanku terhadapmu. Betapa aku menyayangimu. Betapa aku begitu menghormati sosokmu, bundaku...

Oktober 09, 2011

p r e t t y b o y


I lie awake at night
See things in black and white
I've only got you inside my mind
You know you have made me blind

I lie awake and pray
That you will look my way
I have all this longing in my heart
I knew it right from the start

Oh my pretty pretty boy I love you
Like I never ever love no one before you
Pretty pretty boy of mine
Just tell me you love me too

Oh my pretty pretty boy
I need you
Oh my pretty pretty boy I do
Let me inside
Make me stay right beside you

I used to write your name
And put it in a frame
And sometime I think I hear you call
Right from my bedroom wall

You stay a little while
And touch me with your smile
And what can I say to make you mine
To reach out for you in time

Oh my pretty pretty boy I love you
Like I never ever love no one before you
Pretty pretty boy of mine
Just tell me you love me too

Oh my pretty pretty boy
I need you
Oh my pretty pretty boy I do
Let me inside
Make me stay right beside you

Oh pretty boy......

say you love me too...

Oh my pretty pretty boy I love you
Like I never ever love no one before you
Pretty pretty boy of mine
Just tell me you love me too

Oh my pretty pretty boy
I need you
Oh my pretty pretty boy I do
Let me inside
Make me stay right beside you


c r y


I'm not the type to get my heart broken
I'm not the type to get upset and cry
'Cause I never leave my heart open
Never hurts me to say goodbye

Relationships don't get deep to me
Never got the whole 'in love' thing
And someone can say they love me truly
But at the time it didn't mean a thing

My mind is gone, I'm spinnin' 'round
And deep inside my tears I'll drown
I'm losin' grip, what's happenin'?
I strayed from love, this is how I feel

This time was different
Felt like I was just a victim
And it cut me like a knife
When you walked out of my life

Now I'm in this condition
And I've got all the symptoms
Of a girl with a broken heart
But no matter what you'll never see me cry

Did it happen when we first kissed?
'Cause it's hurtin' me to let it go
Maybe 'cause we spent so much time
And I know that it's no more

I shoulda never let you hold me baby
Maybe why I'm sad to see us apart
I didn't give to you on purpose
Gotta figure out how you stole my heart

My mind is gone, I'm spinnin' 'round
And deep inside my tears I'll drown
I'm losin' grip, what's happenin'?
I strayed from love, this is how I feel

This time was different
Felt like I was just a victim
And it cut me like a knife
When you walked out of my life

Now I'm in this condition
And I've got all the symptoms
Of a girl with a broken heart
But no matter what you'll never see me cry

How did I get here with you? I'll never know
I never meant to let it get so personal
And after all I tried to do, stay away from lovin' you
I'm broken hearted, I can't let you know
And I won't let it show, you won't see me cry

This time was different
Felt like I was just a victim
And it cut me like a knife
When you walked out of my life

Now I'm in this condition
And I've got all the symptoms
Of a girl with a broken heart
But no matter what you'll never see me cry

This time was different
Felt like I was just a victim
And it cut me like a knife
When you walked out of my life
(You'll never see me cry)

Now I'm in this condition
And I've got all the symptoms
Of a girl with a broken heart
But no matter what you'll never see me cry
On my life



September 06, 2011

fenomena kebudayaan


terbang rendah burung beragam
dari rumah turun ke hutan
budaya daerah beraneka ragam
mari bersama kita lestarikan

mari menyanyi sambil menari
suara dua tinggi dan rendah
budaya negeri tetap lestari
negeri kita semakin indah

pohon kurma sebesar paha
pohon kemiri tidak berduri
mari bersama kita berusaha
membangun seni di negeri sendiri

anak cicak mencari makan
bersembunyi dibalik papan
orang bijak pasti pikirkan
hari ini dan masa depan

Agustus 22, 2011

Tiada manusia yang tidak membutuhkan belajar sekalipun ia dekat dengan kematian.

Agustus 16, 2011

Pelukan Terakhir Danar


Malam ini, tatapanku terpaku dalam kosong. Aku merasakan kembali kegelisahan yang sejak beberapa bulan terakhir tak mernah menghampiriku. Tepatnya setelah aku memutuskan untuk kembali mengisi bagian yang sempat kosong dalam hatiku. Kembali pada hati yang dulu sempat kusakiti, Danar. Anganku kembali pada detik-detik memilukan beberapa tahun silam.
“Danar, aku sayang kamu.” Ucapku lembut memulai pembicaraan yang menyakitkan.
“Iya, aku tau, sayang.” Balasnya tak kalah lembut. Jemarinya merengkuh jemariku. Menggenggamnya erat. Seakan tak pernah mau terpisah.
“Maafin aku ya.”
“Maaf untuk apa?” Danar mulai merasakan ada hal yang aneh.
“Maaf karena aku terlalu sayang kamu.”
Danar terdiam. Tak ada kalimat yang ingin ia katakan sedikitpun. Ia hanya menunggu aku melanjutkan kalimat yang begitu menggantung.
“Aku cuma mau...” kalimatku terhenti. Seperti ada duri yang tiba-tiba menahan setiap kata yang ingin keluar dari bibirku. Sementara air mataku mulai beranjak ingin menetes, namun aku berusaha untuk membendungnya. Aku tak ingin Danar melihat air mataku sekarang.
“...”
“Aku mau kita udahan aja.” Kalimat buruk itu telah kuucapkan. Lega rasanya.
“Kenapa, Anti? Kamu udah bosen ya?”
Bosan? Jleb! Kata itu terucap dari bibir manis Danar yang selama ini memerlakukanku sungguh sopan dan istimewa. Rasanya seperti ada paku yang tertuncap dalam dadaku. Mengoyakkan segala dinding kokoh harga diriku. Bahkan ia tidak lagi memanggilku dengan sebutan ‘sayang’ seperti yang ia lakukan sebelumnya. Ia langsung saja menyebut namaku yang sangat jarang ia lakukan ketika kami masih bersama. Aku merasakan kesedihan dan penyesalan yang luar biasa. Namun aku telah memantapkan hati untuk tetap mengakhiri semua ini, apapun yang terjadi. “Kamu tau kan aku bukan tipe orang yang cepat bosen?”
“Iya,”
“Tapi kenapa kamu bilang begitu? Aku ngga bosen kok sama kamu. Aku cuma terlalu sayang sama kamu.”
“Apa terlalu sayangnya kamu sama aku harus begini, An?”
“Aku rasa ini hal yang paling baik untuk kita saat ini.”
Danar terdiam beberapa saat, banyak kalimat yang ingin ia ungkapkan. Namun itu semua ia sembunyikan rapat-rapat. Hanya ia yang tau. “Anti, boleh aku jujur?”
Aku mengangguk
“Kalau boleh memilih, aku selalu berharap ngga pernah ada dalam posisi seperti saat ini. Meskipun aku ngga pernah merasakan ini sebelumnya, tapi aku tau posisi ini akan selalu menyakitkan. Seperti apapun caranya,” Danar menarik nafas sedih, “tapi perlu kamu tau, aku lebih ngga mau kamu merasa tersakiti dan sedih. Jadi, apapun keputusan dan keinginan kamu, aku akan terima.” Sebuah senyum getir muncul di wajah Danar. Ia mendekapku masuk dalam peluknya. Hangat. Penuh ketenangan.

Air mataku benar-benar menetes mengingat detik-detik beberapa tahun silam itu. Kegundahan yang sama kini sedang kurasakan. Danar akan pergi meninggalkanku. Raganya akan semakin jauh dariku. Memang hanya sebentar, tidak sampai satu bulan, tapi entah mengapa kali ini aku merasakan kegelisahan yang luar biasa. Sejak beberapa minggu belakangan, aku selalu sabar menghadapi Danar dengan segala kesibukannya yang tiada henti. Aku selalu berada disampingnya untuk memberikan support. Tapi tak bisa dipungkiri lagi bahwa aku hanyalah manusia biasa yang merasakan kesedihan bila jauh dari orang yang aku sayang. Aku takut akan ada penyesalanku lagi seperti beberapa tahun silam.
Mungkin ini agak berlebihan, tapi kepergian Danar kali ini betul-betul menyisakan kesedihan yang berbekas. Beberapa minggu kedepan handphone-ku akan sunyi dari celoteh sayang Danar yang selalu meramaikan hatiku.
Tak berapa lama, lantunan musik merdu terdengar dari handphone yang tergeletak disisi kanan tubuhku. Sebuah panggilan dari Danar. Tanganku langsung bergerak mengangkat teleponnya.
“Hallo.”
“Hallo, sayang. Happy anniversary ya buat kitaJ.”
“Happy anniversary juga ya.” Jawabku malas.
“Sayang, aku kangen sama kamu. Besok kan aku pergi, aku mau ketemu kamu sekarang. Aku kerumah kamu yaa.” Pinta Danar
“Iya.” Ucapku seperlunya. Danar tau apa yang aku rasakan. Aku memang telah menceritakan sebelumnya.
“Kamu jangan bĂȘte dong sayang. Maaf ya kalau aku selalu egois.”
“...”
“Jeleeek...”
“Iya.”
“Bukain pintu dong. Aku udah didepan rumah kamu nih.”
Aku terlonjak. Sesegera mungkin berdiri kemudian berjalan menjangkau pintu depan. Danar berdiri disana, kemudian menyapaku dengan senyumnya yang selalu kusukai. Kubalas dengan senyum pula, namun tak seindah biasanya. Masih ada gurat kesedihan. Malam ini, malam perpisahan kami sebelum Danar benar-benar pergi esok pagi.
Kami berdiri berdampingan di halaman rumahku yang cukup luas dibawah taburan bintang yang menyampaikan kasihnya, dan ditemani kekosongan diantara kami berdua. Tak ada topik pembicaraan yang terjalin diantara kami. Bahkan, aku dan Danar sama-sama sibuk dengan pandangan masing-masing ke langit malam yang terasa sangat berbeda malam ini.
Perasaanku berkecamuk. Satu sisi aku tidak rela Danar pergi meskipun hanya untuk sementara, namun sisi lain aku harus bersikap dewasa dan memberikan support pada kepergiannya yang berhasil membuat perasaanku tak menentu beberapa hari belakangan ini. Tanganku reflex menggapai tangan Danar. Menggenggamnya erat seperti yang ia lakukan beberapa tahun lalu. Namun kali ini lebih hangat dan penuh rasa takut. Getaran getir yang kurasakan mulai mengalir menyeberangi genggaman tanganku dan menepi pada lubuk hati Danar. Seketika itu pula Danar mendekapku dalam pelukan hangatnya. Perasaanku semakin tak menentu. Banyak hal yang ingin aku ungkapkan, namun terhenti begitu saja, tak mampu kuungkapkan. Hati kecilku menuntut untuk aku tidak mengungkapkannya, khawatir membuat Danar sedih dan semakin tidak rela jauh dariku. Semuanya tetap tersimpan erat. Aku berusaha menikmati pelukan hangat Danar untuk menenangkanku. Namun tak semudah itu, titi-titik getir masih jelas tersirat di wajahku.
“Tenang aja, sayang. Aku hanya pergi sebentar.” Ucap Danar. Suaranya lembut. Menyentuh lumbung hati terdalamku. Menutup segala ketakutan dan menghapus getir dari hatiku. Aku tak mampu berkata. Aku semakin terhanyut dalam pelukan Danar yang terakhir.
  


Makasih banyak udah nyempetin buat baca cerpen ini. Ada yang bisa memberikan kesimpulan???





Juli 16, 2011

if you're not the one


If youre not the one then why does my soul feel glad today? 
If youre not the one then why does my hand fit yours this way? 
If you are not mine then why does your heart return my call 
If you are not mine would I have the strength to stand at all 

I never know what the future brings 
But I know you are here with me now 
Well make it through 
And I hope you are the one I share my life with 

I dont want to run away but I cant take it, I dont understand 
If Im not made for you then why does my heart tell me that I am? 
Is there any way that I can stay in your arms? 

If I dont need you then why am I crying on my bed? 
If I dont need you then why does your name resound in my head? 
If youre not for me then why does this distance maim my life? 
If youre not for me then why do I dream of you as my wife? 

I dont know why youre so far away 
But I know that this much is true 
Well make it through 
And I hope you are the one I share my life with 
And I wish that you could be the one I die with 
And I pray in youre the one I build my home with 
I hope I love you all my life 

I dont want to run away but I cant take it, I dont understand 
If Im not made for you then why does my heart tell me that I am 
Is there any way that I can stay in your arms? 

cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away 
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today 
cause I love you, whether its wrong or right 
And though I cant be with you tonight 
And know my heart is by your side 

I dont want to run away but I cant take it, I dont understand 
If Im not made for you then why does my heart tell me that I am 
Is there any way that i