...aku menari bersama senja diiringi nyanyian hujan yang membekukan... ..

☂☂☂

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Agustus 08, 2014

Muntah.

Ada yang aneh
Ada yang sakit
Fisik dan batin, semuanya tidak sehat

Mungkin lelah
Ya.
Lelah dengan semua ini
Lelah dengan apa yang ada disekitar
Lelah sampai muak
Lelah sampai bosan

Terjejali setiap waktu
Sampai ingin dimuntahkan


Jakarta, 08 Agustus 2014 | N

Maret 26, 2013

Bisik Rindu Sudut Keyakinan

Merindumu bukan perkara mudah.
Sebab...
Tak sedikitpun kisah yang terlanjur terjadi dapat dihapus.
Hanya seluruh rasa yang mampu menenggelamkannya.
Namun, apa daya?

Perlahan.. namun (mungkin) pasti.
Ya.
Kelak.
Suatu saat.



Salam untukmu, langit yang selalu dirindu bintangnya :")

Maret 16, 2013

Hanya dengan Senyum

Pagi, semesta.
Salam untuk seluruh makhluk yang menutup hari kemarin penuh senyuman :)
Karena:
Hanya dengan senyum gundahmu sirna
Hanya dengan senyum harimu bercahaya
Hanya dengan senyum bahagiamu bermula
Hanya dengan senyum kisahmu bercerita
Hanya dengan senyum lelah pasti berdusta
Hanya dengan senyum sukses kian tercipta
Hanya dengan senyum pangeran akan jatuh cinta
Dan..
Hanya dengan senyum, kau bersahabat dengan seluruh isi dunia..

Februari 07, 2013

Rindu


Ia bernama rindu
Sebaris stimulus yang selalu menghantarkan pagiku pada sebuah tepi
Peraduan yang memaksa degup ini berdentum lebih keras
Bersahabat dengan untaian lengkung angan yang teramat indah
Memesona

Hayalku meraihnya
Telapak ini merengkuhnya
Damai.

Namun, entah kapan ini berakhir
Perjalanan indah nan memabukkan
Juga menyakitkan

Durinya bagai cambuk yang menusuki setiap detik yang berjalan
Sayang, hanya aku yang mampu merasakan perihnya
Racun atas kedalaman rasa yang tak ingin kupendam

Sampai jumpa pada titiknya yang lebih "menawan".

Bahkan, sebuah kebahagiaan pun belum mampu menawarkan racunnya.

Pada Secangkir Kopi


Pada secangkir kopi,
Aku menumbangkan detik-detik kegamangan
Meletakkan setiap pengharapan besar
Tentang pelangi pagi dan kesempurnaan hari

Pada secangkir kopi,
Kugantungkan cita-cita masa depan

Januari 27, 2013

Nyatanya, Inilah Hidup..


Aku pernah merasa begitu diperhatikan
Namun tak jarang aku terabaikan

Dua tahun lalu hariku begitu ramai
Tapi tak sama dengan tahun lalu yang penuh kehampaan

Pernah aku disapa bahagia bertubi-tubi
Tepat setelah itu semuanya sirna sekejap mata

Mereka berpasangan
Semua tercipta berpasangan
Erat
Tak terpisahkan

Maka tak pantas kita berkata bahwa hidup ini tak adil.
Karena sebenarnya...
Hidup ini tak sepenuhnya adil,
Namun juga tak sepenuhnya tak adil.

Maknai detik yang masih terlukis dalam harimu secara berarti.
Karena sejatinya, detik yang sudah lewat itu memiliki kisahnya sendiri di masa datang.
Ia bukan hanya sembarang lewat, tetapi juga meninggalkan ceritanya masing-masing.
Kelak kau akan mengingatnya. Susah payah.

Dan nyatanya, inilah hidup...
Suka dan duka akan bergiliran menghampirimu, dengan proporsi yang sempurna :')

Januari 26, 2013

Biru pada Januari by Aditia Yudis


Akan kuberitahu kau satu hal
yang paling kuinginkan saat ini...

Waktu berhenti sehingga aku dan kau
terbingkai dalam keabadian.

Aku tak ingin semua berlalu,
seringkas embun meninggalkan pagi.
Simpan saja kata-kata bersalut madumu.
Aku tak butuh rayu,
aku hanya ingin bersamamu.

Selalu.

Januari 22, 2013

Bicara Cinta


Jika telah sampai pada suatu masa, ketika cinta mendominasi semua. Maka tak satu pun mampu mengelak, Bahwa hidupnya, hatinya, harinya, terselubungi cinta.
Tapi sebenarnya... apa itu "cinta"?

Ada yang bilang, cinta itu indah. Seindah apa?
Aku tak mengerti definisi cinta dan segala tetek-bengek-nya. Namun satu hal yang kutahu pasti, cintaa takkan pernah lekang oleh apa pun.
Cinta terjadi lintas masa.

Buktinya?

  • Kau masih hidup sampai saat ini dan membaca tulisan ini,
  • Masih ada desiran hebat saat kau berdampingan dengan orang yang kau cinta,
  • Langit masih tegak menaungi seluruh makhluk yang menyimpan cinta.
Tanya pada nuranimu, bahwa cinta bukan hanya ilusi.
Cinta terhadap apa-dan-siapa pun. Maka itulah sesuatu yang kekal adanya.

Januari 16, 2013

Mengapa Harus Kecewa?



Mengapa kau kecewa saat kau patah hati?
Padahal kau sadar, Sang Pencipta telah menyediakan yang terbaik dari yang paling baik.

Mengapa kau kecewa saat tak satupun mampu memahami dirimu?
Padahal Sang Penguasa telah menyediakan sahabat terbaik yang menunggumu di alam yang lebih abadi.

Mengapa kau kecewa saat banyak masalah menghampiri?
Padahal kau tahu, Pencipta Alam ini telah menyediakan petunjuk beserta jalan keluarnya.

Lantas, mengapa kau harus kecewa?

Saat Aku Menulis..


Banyak kisah yang enggan kutumpahkan
Hingga pada akhirnya, tibalah saat itu
Saat aku menulis.

Saat aku menulis,
Seluruh rangkuman cerita berlomba-lomba mencapai ujung jari
Jutaan kenangan meronta untuk diluapkan
Buih-buih perasaan memohon untuk dirangkai
Berpadu dalam kata
Menyatu dalam karya


Desember 31, 2012

Malam, Jakarta!



Aku mengamati langitmu yang masih gelap
Peri-perimu tak kunjung menampakkan cahayanya
Kemanakah gerangan?

Apakah gundah sedang menjadi temanmu?
Ah! Rasanya tidak mungkin bila kau berteman dengannya
Gelisah hanya nagian kecil yang selalu dapat kau sirnakan
Lantas, kemanakah cahaya terangmu malam ini?

Tidak tahukah engkau, aku merindukan saat-saat seperti ini
Saat dimana aku mampu merengkuh luas auramu
Merasakan ketentramannya merasuk perlahan melalui celah sanubari
Aku merindukan malam Jakartaku.

Jum’at, 28 Desember 2012
22:27 WIB


Desember 28, 2012

Aku Membaca Keangkuhan dari Tulisanmu



Kamu tidak menggoreskan kritikan atau hujatan
Tapi aku membacanya
Dari aroma kalimat yang kamu sampaikan
Aku memahaminya

Desember 17, 2012

katanya...sahabat?


Ternyata benar...
Tak sepenuhnya kita selalu sependapat, aku akui.
Tak selamanya kita selalu bersama, aku sadari.
Kadangkala aku harus berjalan menyusuri medanku sendiri
Bertanggung jawab terhadap rambu-rambu yang kupilih sendiri.
Kalian pula begitu, kelak.
Tapi tidakkah kalian sadari saat ini kita masih ‘bersama’.
Raga kita masih dipersatukan. Namun dimana hati kalian?
Bisa-bisanya kalian mengabaikanku. Mungkin sejenak sengaja mengabaikanku.
Membiarkan aku terkurung dalam ketidaktahuan ini...
Aku kecewa, aku sedih, aku tersakiti.
Namun entah aku kecewa terhadap siapa, sedih karena apa, tersakiti oleh siapa. Entah...
Padahal kita katanya.................’sahabat’

Dari sebuah raga kekecewaan.
Minggu, 14 Oktober 2012   
 12:51 WIB

1:31


Satu tiga satu.
Ternyata aku masih sendiri.
Satu per satu dari mereka menumbangkan diri,
Mungkin menjauh.

Januari 25, 2012

Satu kulepas, satu kutemukan~


Ketika aku mulai bosan dengan geraknya selama ini
Kecewa menemani kesendirian ini
Benci dengan semua ‘tidak’ nya
Entah aku harus apa lagi
Lelah rasa menghadapi
Memuncak
Geram

Mungkin aku kan menjauh
Lari...
Mengacuhkannya...

Disaat yang sama, muncul sebuah ketenangan
Memberikan kenyamanan yang belum pernah kutemui selama ini

Tapi ini belum tepat
Aku masih harus membatasi diri
Mengingat kenyataan

Hati semakin gundah
Ah!


Mungkin aku masih harus menunggu
Entah yang kulupakan, entah yang kutemukan.

♔langit-langit bagi hamparan angin ♔

Minggu, 08 Januari 2012
16.44 WIB

empat huruf satu nama yang tak pernah terbayangkan


kisah kita tak pernah terjalin sempurna, kawan
selalu saja ada pertentangan batin setiap ku bersikap padamu
entahlah...
refleks saja itu terjadi
sungguhnyapun aku tak pernah ingin memerlakukanmu seperti itu
namun jujurnya batinku yang menentukan apa yang ragaku hendak sempurnakan
namun satu yang selalu kubanggakan,
meski kisah kita tak pernah larut tak bersisa, kita masih mampu berdampingan
saling bercerita apa yang dirasa,
walaupun perang batin antara kita belum juga reda :’)
dan walau kau masih (selalu) memperlihatkannya jelas

aku selalu ingin mengecuhkanmu dari perjalanan kisah hidupku
tapi...
aku pernah mendengar kalimat;
“yang terlihat paling membencimu ialah yang sungguh-sungguh memperdulikanmu”
dan... yang aku paling takutkan ialah kau
satu nama yang tak pernah aku hiraukan
satu nama yang kuanggap tidak penting
satu nama yang tidak aku sukai
namun,
satu nama yang memperdulikanku kelak
satu nama yang melukiskan seribu warna kenangan dalam memori
satu nama yang tulus bertanya tentang keadaanku
aku takut...
ya... takut...
amat sangat takut...

♔langit-langit bagi hamparan angin♔

sabtu, 17 desember 2011
22.33 wib

Januari 02, 2012

bukan aku yang bersama sahabatku di hari bahagianya ._.

untuk sahabat yang melupakanku,



hari itu hari bahagia sahabatku, namun tiba-tiba aku terkaku. tak sedikitpun keberanian tuk turut dalam cerianya. keraguan.
aku mengenal mereka, yang kala itu menorehkan hari bahagia dan disisi sahabatku. mereka yang menamakan diri 'sahabat' bagi sahabatku.
lalu dimanakah aku?
entah terbuang, entah terinjak.
nyatanya aku selalu ada. namun sedikitpun tak dihiraukan. tapi aku sahabatmu... lihat aku!!!
sadari aku yang selalu ada untukmu, meski bukan aku yang ada di hari bahagiamu.



♔langit-langit bagi hamparan angin♔

Jum'at, 16 Desember 2011
23.08 WIB

aku (masih) sahabatmu bukan?

ketika hening malam ini menghampiri, ragaku rebah menengadah langit-langit
bayang itu melintas begitu cepat
hingga hayalku tak mampu menggapainya


bayang itu...
segurat kisah terlukis karenanya, tentang masa silam, ketika kita kerap bersama
saling berbagi.
saling bercerita.
saling bersandar.
menyisakan kenangan yang (masih) abadi


kini kita dibatasi jarak
namun beruntungnya, masih tercipta alasan tuk kita tetap bersama
meski tak jarang aku yang harus lelah dengar ceritamu
aku rela


aku (masih) sahabatmu bukan??






♔langit-langit bagi hamparan angin♔


Jum'at, 16 Desember 2011
22.57 WIB

September 06, 2011

fenomena kebudayaan


terbang rendah burung beragam
dari rumah turun ke hutan
budaya daerah beraneka ragam
mari bersama kita lestarikan

mari menyanyi sambil menari
suara dua tinggi dan rendah
budaya negeri tetap lestari
negeri kita semakin indah

pohon kurma sebesar paha
pohon kemiri tidak berduri
mari bersama kita berusaha
membangun seni di negeri sendiri

anak cicak mencari makan
bersembunyi dibalik papan
orang bijak pasti pikirkan
hari ini dan masa depan

Juni 03, 2011

dibalik dirinya


Dibalik matanya ,
tersimpan 1001 kisah
tentang keagungan Tuhan
atas kuasa alam semesta

Dari dirinya aku mampu
melihat tauladan dalam perilaku
mendengar halusnya tutur kata
dan mengerti akan ikhlasnya cinta

Cinta kepada Sang Pencipta
cinta kepada utusan-Nya
cinta kepada kitab-Nya
juga cinta kepada makhluk-Nya

Itulah arti cinta yang sebenarnya
akan kehidupan kini dan nanti
tentang keseimbangan yang terus dicari
oleh sebagian yang selalu mendamba

Aku bersyukur,
dapat berjumpa dengan dirinya
dapat dekat mengenal dirinya
dan menjadi sahabatnya

Ia tak sempurna
karena memang tak ada yang sempurna
tetapi sungguh baik akhlaknya
inspirasi tuk menjadi lebih mulia

Aku, kini seperti ini
karena ia, disana membahana
layaknya mentari diatas sana
menerangi jiwa dan matahati

-selesai-


10oktober2009
pukul 17.33 WIB