...aku menari bersama senja diiringi nyanyian hujan yang membekukan... ..

☂☂☂

Tampilkan postingan dengan label pengalaman pribadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalaman pribadi. Tampilkan semua postingan

November 21, 2013

Saat Ku Diam.

Pernahkah suatu kali kau merasakan ada perasaan aneh yang tiba-tiba menjalar?
Tak tahu datangnya dari mana. Dia muncul begitu saja dan terasa pergerakannya di dada, kemudian naik, menciptakan getar tertentu yang (sebetulnya) sakit, tapi kutahan. Itulah mengapa aku bisa tiba-tiba diam. Menarik napas panjang sesekali. Tapi sayang tidak sering membantu. Justru membuat dada semakin sesak. Rasanya semakin sakit. Iri. Mungkin. Ya.
pict. source: agustingoeslowku.blogspot.com

November 16, 2013

Mungkin.

Mungkin ku sudah mampu tersenyum. Mungkin ku sudah mampu memamerkan barisan cahaya yang tercipta dari raut wajah. Sayangnya aku masih belum mampu menerjemahkan apa yang ada didalamnya. Sebab tiada lagi hak untuk 'merasa perlu'. Sebab tiada otoritas untuk 'mengetahui' bahkan 'merasakan' banyak hal serupa sekalipun tak sama, karena memang takkan pernah bisa disamakan. Jelas berbeda sebab tiada apa-apanya.
Itulah sebab tiadanya kejujuran yang gamblang. Sebab tiadanya 'ingin' yang terungkap jelas. Dan hanya kode lah satu-satunya perantara. Meskipun tak bisa ku menuntut ada yang memahami anehnya.

16 November 2013
09:11 WIB

Maret 31, 2013

Sedekat Jarak

Bukan aku tak berniat menghampiri, hanya saja masih banyak sekat tak kentara disini. Langkahku tersekap dalam balutan jaring-jaring alasan ketidakberanian. Semula aku hanya berpikir bahwa mengagumi dari jauh saja cukup. Dan batas aku memandangimu ini akan selalu menjadi saksi. Sebab nyatanya, selalu ditempat inilah aku berhasil menggapai rupamu yang gagah.



Bicara jarak, begitu banyak yang tercipta diantara kita. Entahlah. Tapi itu justru membuatku selalu bersinar saat menyadari aku bisa mengagumi sosokmu. Ada yang bilang, bahwa yang diawali dengan rasa kagum akan mengalir fluktuatif seindah arus yang bermuara pada lautan. Mungkinkahku?

Padahal, kita bukan teman satu angkatan. Kita belum pernah berkenalan. Tak satupun ada yang menjadi perantara kenalnya kita. Kita belum pernah terlibat pada satu hal yang sama. Kita pribadi yang berbeda. Intinya semua alasan berpihak pada jarak antara kita berdua. Bahkan mungkin kau belum pernah melihatku. Namun, pada kenyataannya, jarak-jarak itulah yang membuatku sedekat ini mengagumimu. Salam, staff bidang serupa berbeda dimensi waktu dan masa.

Maret 26, 2013

Bisik Rindu Sudut Keyakinan

Merindumu bukan perkara mudah.
Sebab...
Tak sedikitpun kisah yang terlanjur terjadi dapat dihapus.
Hanya seluruh rasa yang mampu menenggelamkannya.
Namun, apa daya?

Perlahan.. namun (mungkin) pasti.
Ya.
Kelak.
Suatu saat.



Salam untukmu, langit yang selalu dirindu bintangnya :")

Maret 15, 2013

"Lingkaran Kecil"-ku

Terlambat.
Sudah dua jam berjalan ketika aku baru saja datang. Mungkin ini lebih baik daripada tidak sama sekali. Setidaknya, seluruh niat sudah terkumpul sempurna untuk hadir, sekalipun kesempatan tak sepenuhnya mendukung. 

Acara berjalan begitu mengalir. Meskipun aku merasa belum sepenuhnya paham. Tapi... aku mau belajar! Sungguh! Biarlah niat ini tersimpan dan mengekspresikan diri dengan caranya sendiri. Nanti. 

Kami tertawa dan sesekali bercanda ringan ditengah topik yang dibahas dalam forum. Semula aku merasa nyaman. Sayangnya, ketika isu mulai minta ditanggapi, lingkaran kecil ini mulai menunjukkan keseriusannya. Dan--lagi-lagi--aku merasa belum paham dengan semua ini. Seolah-olah penerimaanku disini adalah salah, hanya karena aku yang selalu merasa paling tidak tahu apa-apa tentang hal-hal yang dibahas disini.

Harus kuakui, sejak waktu penerimaan tersebut, detik dan menit meraut kepolosan hidup ini. Mulai muncul setitik ambisi dan keinginan lain. Sayangnya, hal itu sekarang seolah mustahil. Sebab ku merasa salah stretegi sejak awal. Kemudian aku harus apa?



Fokus disini dan mulai "menunjukkan" diri.
Ya! Sepertinya itu hal yang tepat.
Bukan! Bukan lagi 'sepertinya'. Melainkan: Itulah hal yang tepat!
Bismillah...

n's

Februari 16, 2013

"Arc du Triomphe"


One day, I read a novel by Ilana Tan. The title is "Autumn in Paris". Why was I interestedin reading it? Because, It's about Eiffel. Eiffel is the most interesting place that I want to visit. So, Paris is interesting, too.



When I continued reading the novel, I found a name of a place. It was "Arc du Triomphe". The author says that the view from the top of this place is the most beautiful view. Actually, I was so curious of that place.

"Arc du Triomphe" is the most famous monument in Paris. This monument stands at the end of the Champ Elysees road. From the top, we can see the best view of Paris. Apparently, this monument was built to commemorate the victory of Napoleon military campaigns.

We can see this building from 10.00 am - 11.30 pm from 1st October to 31st March and 10.00 am - 10.00 pm from 1st April to 30 September. The entry ticket cost is 8 euro for each person. To get there, we can walk  from the underground Champ Elysees or the Avenue de la Grande Armee.


I hope, someday I will visit Arc du Triomphe.

Amin. o:)


Januari 28, 2013

Tentang Kata "Sahabat"

Aku pernah terjaga ketika detik baru saja menyapa hari yang baru. Tidak sedang melakukan apa-apa. Hanya diam. Hanya terdiam. Karena tak ada satu hal pun yang dapat kulakukan, kecuali.... ya. Akhirnya aku menulis. Setelah lelah hanya memandang kosong pada langit-langit kamar yang mulai berdebu. 

Huruf demi huruf menari dan membentuk serangkaian puisi. Tentang kata "sahabat". Tentang betapa bodohnya aku menganggap orang lain sahabat. Tentang dalamnya kecewaku pada kata ini. Juga tentang gilaku menantikan hal semu ini.

Benarkah "sahabat" itu hanya ilusi?
Bila kau bertanya padaku saat itu dan beberapa waktu setelahnya, maka aku akan berkata YA. Sebab tipu dayanya selalu menjerumuskanku pada sebuah pengharapan yang hanya bisa menyisakan luka. Berkali-kali aku bersabar dan berbaik hati pada mereka yang katanya sahabat. Tapi, nyatanya mereka hilang begitu saja tanpa jejak. Asyik dengan dunia baru dan bersikap (mungkin) seolah-olah aku tak pernah hadir. Sekalipun dulu kami begitu dekat.
Begitu selalu berulang.


Sayangnya, tidak untuk saat ini. Lebih tepatnya: TIDAK SEPENUHNYA. Sekalipun masih tersisa ketidakpercayaan tersebut, tapi kenyataan telah menghadirkan kisah indah dibalik sebuah jalinan persahabatan padaku. Dan sampai saat ini, senyum telah berkali-kali terpancar karenanya. Karena kehadiran malaikat-malaikat yang entah dari mana asalnya

Dulu aku menangis. Ketika aku merangkaikan puisi kesepianku itu. 
Namun, kini aku tersenyum. Saat kunang-kunang malamku bergantian hadir dan memberi cahaya pada gelap ha(r/t)iku.

Aku yang dulu kece...pian :')

Januari 27, 2013

Terima Kasih :)

18!

Sepagi tadi, tiga perempuan menghampiri kamarku dengan kejutan yang tak pernah kusangka. Terima kasih; Nurul Sandriyani, Ina Nur Janah, Dania Clarisa.




Berlanjut kepada sebuah janji, berkaitan dengan tugas dan kewajiban--yang tiba-tiba digagalkan.

Alhasil, disinilah kami. Enam orang yang duduk manis pada sebuah sudut yang menghadap langsung ke luar. 
Semula--ketika aku datang--baru ada dua diantara mereka. Tiga yang lain terlambat begitu lama. Ternyata, ketika mereka datang, dibawakannya kue dan hadiah :)


Terselip pula surprise yang lain. Yaitu, dua donat dengan lilin super besar :D 


Terima kasih:

  • Arnindia
  • Donna Pratiwi
  • Fadlillah Octa Noviari
  • Naila Syahidah
  • Zaenab Lubis
juga.... Astri Ratnasari yang tidak bisa hadir :')



Jayesslee - Officially Missing You

♫ Officially Missing You~

Ooh..
Can't nobody do it like you
Say every little thing you do
Hey, baby..
Say it stays on my mind
And I-I'm officially missing you


Officially Missing You - Tamia
lirik selengkapnya [disini]
Jayesslee version [disini]

Boleh Aku Jujur?

Aku rindu. Titik.

Nyatanya, Inilah Hidup..


Aku pernah merasa begitu diperhatikan
Namun tak jarang aku terabaikan

Dua tahun lalu hariku begitu ramai
Tapi tak sama dengan tahun lalu yang penuh kehampaan

Pernah aku disapa bahagia bertubi-tubi
Tepat setelah itu semuanya sirna sekejap mata

Mereka berpasangan
Semua tercipta berpasangan
Erat
Tak terpisahkan

Maka tak pantas kita berkata bahwa hidup ini tak adil.
Karena sebenarnya...
Hidup ini tak sepenuhnya adil,
Namun juga tak sepenuhnya tak adil.

Maknai detik yang masih terlukis dalam harimu secara berarti.
Karena sejatinya, detik yang sudah lewat itu memiliki kisahnya sendiri di masa datang.
Ia bukan hanya sembarang lewat, tetapi juga meninggalkan ceritanya masing-masing.
Kelak kau akan mengingatnya. Susah payah.

Dan nyatanya, inilah hidup...
Suka dan duka akan bergiliran menghampirimu, dengan proporsi yang sempurna :')

Oktober 13, 2012

Snowballove. You..


Terlahir ditengah kesempurnaan raga dan keterbatasan penghidupan, tak pelak membuatnya berprinsip seperti air yang pasrah saja terbawa kesana kemari sealur oleh derasnya arus. Ia, seorang ayah yang hampir memasuki usia setengah abad, yang begitu luar biasa. Ya, memang.. setiap ayah di dunia ini pasti luar biasa, dan mereka memiliki ke-luarbiasa-annya masing-masing. Namun, satu yang membedakannya dari ayah-ayah lain yang pernah ada di dunia ini, yaitu ketulusan.

Aku ingat.. dahulu, di hari ketika aku baru saja genap berusia enam tahun dan merengek minta dibelikan sepeda, aku kehilangan mereka sepanjang hari. Tidak kurasakan sedetikpun kehangatan ditemani mereka sepenjang hari bahagia itu. Aku kesepian, tapi tak terlalu terasa, sebab aku masih kecil. Namun, ketika senja menjelang dan yang menemaniku hari itu beranjak pulang, aku menemukan siluet sosok gagah dan wanita dewasa berdampingan berjalan mengarah padaku dengan menuntun sebuah benda kecil ditengah mereka, sepeda. Mereka ayah dan ibuku. Dalam sadar aku kemudian berlari, memeluk mereka. Ternyata ini yang mereka persembahkan. Aku memeluknya erat, ayahku. Aku melihat matanya berbinar, seakan ada suatu hal yang tersiratkan. Entah mengapa aku bisa begitu dalam merasakannya, padahal saat itu aku masih belum mengerti kehidupan, dan masih sangat jelas terekam hingga saat ini. Mungkin bila aku yang sekarang yang menatap mata itu, pasti aku mengerti apa yang sebenarnya tak tersampaikan. Sayangnya, bukan...

Dari balik kubikel berwarna abu-abu ruang laboratorium bahasa Gedung Sumitro Djojohadikusumo, aku merasakan getaran hangat pada kedua pelupuk amata. Bulir air hangat ini seakan mendesak keluar sesaat ketika tuannya menangkap sinyal paling buruk sepanjang perjalanan cita-cita.

Otak reptil ini tiba-tiba membeku. Limbic system mengaktifkan kinerja hippocampus. Dan seketika itu pula terbayang sosoknya, panutan sepanjang masa yang mengajariku menitikkan air mata. Mengajariku memaknai pedih dan kerasnya hidup ini.

Aku merasa telah begitu bersalah. Setelah banyak pengorbanan dan air mata yang ia tahan, masih saja aku tega mengecewakannya. Sungguh, tak pernah berniat sedikitpun aku menorehkan kecewa dalam hatinya. Hanya saja aku sedang terjerembab dalam kelemahanku sendiri. Namun, aku tak akan membiarkan kelemahan ini tumbuh dan berkembang semaunya. Aku masih memiliki kuasa atas hidup dan penghidupanku.

Maka,...
Dua lembar saksi bisu ini akan kupastikan tetap membisu dan sekaligus menjadi saksi keberhasilanku bangkit kelak.

Demi dia.


Sabtu, 13 Oktober 2012
19.55 WIB
&langit-langit bagi hamparan angin&


Sebab kerinduanku..


Saat kegagalan menghampiri kita berdua; kau ada untukku. Aku ada untukmu.
Kegagalan bukan berarti keterpurukan, tidak pula pertanda pengkhianatan, atau bahkan kehilangan. Terbukti.. justru saat kegagalan-lah Tuhan menghadirkanmu, dan menuntunku.
Aku hanya ingat bahwa kala itu aku mengirimkanmu kabar perihal perjuanganku yang diperpanjang. Dan kau, seakan turut merasakan. Bagai tersambar petir aku dikagetkan dering panggilanmu. Di seberang sana, suaramu yang khas membahana, memecah fokusku dari rangkaian-rangkaian logaritma, baris dan deret. Arus deras; suaramu tak putus-putus. Teruuus saja berbicara memotivasi. Ah, aku tak se-rapuh yang kau kira. Buktinya, aku tak terjerembab dalam liang kegagalan. Aku hanya merindukanmu, merindu ucapmu yang sok bijak itu-padahal kau sendiri pun sangat perlu di motivasi- merindu lirikan maut yang mampu membuatku salah tingkah setengah mati. Hhh~ tak mampu lagi aku berucap. Leleh sudah oleh manismu. Kau selalu bisa mengembalikan semangat juangku:”
Katamu, “semakin banyak gagal, justru kesuksesan yang didapat akan terasa lebih manis.” Ah! Kalimatmu menyejukkan resah ini. “Mundur satu langkah untuk maju lima langkah itu lebih baik. Artinya, kita sudah empat langkah lebih awal dari yang lain”, tambahmu. Ah kamu...
Aku bermimpi, suatu hari nanti tetap kita akan dipertautkan kembali. Merajut kisah satu tahun lalu dan menjadikannya indah. Seindah kita, rival! Ya... selamanya kita menjadi rival, bukan?
Pagi ini kau muncul secara tiba-tiba dalam kotak pesanku. Baiklah, aku kira bukan sebuah ketidaksengajaan. Bisa jadi kau begitu rindunya bertemu dan bercanda denganku. Bagiku tak masalah, toh aku juga sama sepertimu.
Selasar gedung Nathael Iskandar atau yang kerap disapa gedung A ini menjadi kawan kegamanganku pada pagi hening tanggal 11. Pesanmu yang tak sesingkat biasanya membuat keraguanku tumbuh liar begitu saja. Kuakui, kata-katamu ada benarnya. Posisi tempat duduk paling depan bisa saja aku raih pada hari-hari lain. Namun, hadir dalam kuliah umum dengan pembicara luar biasa belum tentu kutemui lagi lain kesempatan. Ah! Kau selalu bisa meracuniku dengan  acara-acara bermanfaat seperti itu. Dan, kau belum lupa dengan kegemaranku mencari kegiatan yang serupa dengan isi pesanmu.
Keraguanku mencapa klimaks. Langkah ini bergerak menuju halte bikun dan memutuskan menuruti ajakanmu, sebab kerinduanku.

Persembahan untuk seorang rival,
dan

Minggu, 22 Juli 2012 (23:32 WIB)
Sabtu, 13 Oktober 2012 (19:27 WIB)
&langit-langit bagi hamparan angin&

Oktober 07, 2012

sastra akuntansi

Ketika deretan angka dan laporan keuangan tidak membatasi penciptaan aksara, disitulah aku berdiri. Diantara bayang-bayang status 'mahasiswi akuntansi' dan jembatan rangkaian kegemaran akan aksara. 

Aku masih sanggup tegak. Menyeimbangkan keduanya, 
juga aku-kamu-kita; SBT 25

Keping Rasa yang Pertama


Kicauan burung pagi ini rupanya telah menggambarkan keindahan sepanjang hari padatku di kampus perjuangan ini. Betapa tidak? Sekalipun selasa merupakan hari yang paling aku benci sejak tiba pada masa perkuliahan, nyatanya tidak lagi sejak detik ini. Detik-detik ketika aku lebih mampu leluasa mendapatkan warna. Detik dimana aku bisa menghabiskan sepanjang mata kuliah dengan perasaan yang mendamaikan. Ini kagumku yang pertama. Kagumku pada sosok sederhana dibalik jabatan ‘ketua’ yang disandangnya.
Penampilannya biasa saja, bahkan bisa dibilang sangat jauh dari karakteristik-karakteristik makhluk yang paling sering dikagumi. Tidak ada  kulit putih dengan perawakan tinggi yang memesona. Tidak pula dengan sejuta prestasi akademis dan materi yang melimpah ruah. Semuanya biasa saja. Namun, kagumku ini sungguh luar biasa.
Entah muncul dari mana keping rasa yang pertama ini. Namun, yang jelas dan selalu kuingat, sikap santun dan ramah yang ia pancarkan telah mematut kagumku yang pertama.
Aku baru saja selesai menikmati senyum manisnya yang terkembang sepanjang perjalanan menuju ruang BPM. Memang, bukan senyum yang ditujukan khusus untukku, tapi aku yang ketika itu hendak menuju kolam makara tidak bisa mengabaikannya begitu saja.
Seketika aku teringat saat-saat melelahkan di Desa Cijulang. Lagi-lagi sosoknya memberikan kesejukan ditengah kerindangan. Jaketnya berwarna abu-abu, seperti warna makara kebanggan fakultas kami, dengan garis berwarna agak muda yang menghubungkan kedua sisi dada bidangnya. Sekilas ia tampak gagah. Pembawaannya rapi dan perlahan. Pasti ia pandai dan aktif, aku berasumsi.
Dua langkah maju tangannya menggapai mic. Kata demi kata, frasa dan kalimat, terangkai.. terucap.. kagumku dimulai disini.
Memang benar, dia adalah wahyu terindah yang mengawali masa abu-abuku..








persembahan spesial untuk project #UIMenulis

&langit-langit bagi hamparan angin&
Minggu, 07 Oktober 2012
19.32 WIB

September 12, 2012

The Man Who Can't Be Moved


Going back to the corner where he first saw you
Gonna camp in his sleeping bag, he’se not gonna move
Got some words on cardboard, got your picture in his hand
Saying if you see this girl can you tell her where i am

Some try to hand him money, they don’t understand
He’s not broke he’s just a broken hearted guy
He know it makes no sense, but what else can he do
How can he move on when he’s been in love with you

‘Cause if one day you wake up and find that you’re missing him
And your heart starts to wonder where on this earth he could be
Thinking maybe you’ll come back here to the place that you’d meet
And you’d see him waiting for you on the corner of the street

So he’s not moving
He’s not moving

Policeman says ”son you can’t stay here”
He said “there’s someone I’m waiting for if it’s a day, a month, a year”
Gotta stand his ground even if it rains or snows
If she changes her mind this is the first place she will go

‘Cause if one day you wake up and find that you’re missing him
And your heart starts to wonder where on this earth he could be
Thinking maybe you’ll come back here to the place that you’d meet
And you’d see him waiting for you on the corner of the street

So he’s not moving
He’s not moving
He’s not moving
He’s not moving

People talk about the guy
Who’s waiting on a girl
There are no holes in his shoes
But a big hole in his world

Maybe he’ll get famous as the man who can’t be moved
And maybe you won’t mean to but you’ll see him on the news
And you’ll come running to the corner
‘Cause you’ll know it’s just for you

He’s the man who can’t be moved
He’s the man who can’t be moved

‘Cause if one day you wake up and find that you’re missing him
And your heart starts to wonder where on this earth he could be
Thinking maybe you’ll come back here to the place that you’d meet
And you’d see him waiting for you on the corner of the street

So he’s not moving
( ‘Cause if one day you wake up and find that you’re missing him)
He’s not moving
(And your heart starts to wonder where on this earth he could be)
He’s not moving
(Thinking maybe you’ll come back here to the place that you’d meet)
He’s not moving
(And you’d see him waiting for you on the corner of the street)

Going back to the corner where he first saw you
Gonna camp in his sleeping bag, he’se not gonna move...

&langit-langit bagi hamparan angin&
-senja-

September 09, 2012

Awalnya kukira..


Awalnya kukira.. OPK hanyalah sebuah rangkaian kecil kegiatan ospek fakultas dalam jangka waktu tertentu dan langsung habis, tiada berbekas. Kemudian sibuk dengan kuliah dan kesibukan masing-masing, tanpa menyisakan perasaan lain: kekerabatan. Ya, masing-masing. Nyatanya...
Dipertemukan dengan makhluk-makhluk asing dengan berbagai kepribadian dalam kelompok 25; SUBROTO. Ah, mungkin mereka beranggapan sama denganku. Kelompok ini hanya sementara, kemudian kami menjalani hari-hari dan kesibukan kuliah bersama teman yang sudah dikenal lama saja. Oke, mari menjalani ‘penyiksaan’ ini seadanya. Segera berakhir. Dan... sudah!
Hari-hari pertama; hanya perkenalan dan fokus pada tugas. Hanya itu.
Selebihnya..?
Detik demi detik habis begitu saja. Terjalin dan terangkum dalam memori kesibukan bersama SBT 25; makhluk asing nan abstrak yang entah.. tak pernah terbayangkan sebelumnya bertemu dengan mereka. Ditambah mentor-mentor kece yang sebelumnya  hanya satu, yang membuatku sedikit tidak nyaman dengan pertanyaan “Kenapa harus cowok?” Seperti hanya mendapatkan sebelah orang tua. Hanya papa, mamanya pergi. Haha
Ternyata benar kata ka Rafi.
Setiap hari, mau tidak mau pasti bertemu dan bersama SBT larut dalam kesibukan. Pertemuan yang intens ternyata sedikit demi sedikit meruntuhkan pertahanan kami. Pertahanan sikap. Satu demi satu mulai terlihat sifat dan sikap aslinya.
Putri permata sari. Satu-satunya yang kuingat namanya karena saat perkenalan dia tepat disebelah kiri. Dan yang pertama kali aku tahu nomor handphonenya.
Hutomo Danu. Ketua kelompok yang ketika berbicara akan selalu menampakkan aura jawanya, padahal berasal dari SMA di Depok. Danu adalah satu-satunya yang selalu mencari sensasi. Tak pelak julukan "Sensasional BangeT" kemi lekatkan pada dirinya.
Josephine Pinta Ruth Nevelyn Silitonga. Gadis cantik proporsional yang sangat aneh. Sekilas mungkin kalian akan berpendapat bahwa ia adalah anak yang manis dan tenang. Nyatanya, tidak! Cuma dia yang tiba-tiba histeris sendiri disaat kita sibuk atau bahkan diam. Cuma dia yang monolog sambil jalan dalam keadaan sadar, padahal yang lain sedang berbincang dengan ka faby menuju Departemen Akuntansi. Dan, cuma dia yang feelingnya sempurna tentang asisten dosen keren yang saat itu sedang berjalan di batang tegah gedung A. Entah asal bicara, entah sungguhan, Nev berharap dia menjadi salah satu asdos SBT 25. Dan..... yak! Benar. Kakak jernih itu menjadi asdos matekbis kelas kami. Bisa dibayangkan, Nev akan lebih sering mendadak kejang memandangi asdos kami itu. Bahkan, masih teringat kalimat Nev yang membuat tawa kami pecah ketika melihat tingkahnya memandangi tiap langkah asdos matekbis, "Ya kalau dia lihat biar saja, kalau dia nggak liat ya nikmati saja.." Aduh, Nev...
Ani Utami. Cowok tapi cewek. Komdis OPK FEUI 2013.
Utari Indriani. Sabar-Berjilbab-TERBULLY. Sekian.
Selvi Nur Yuliani. Tinggi dan kalem. Sepertinya gadis ini tidak terlalu banyak tingkah.
Nabilah Aqila. Cewek semarang, tapi bukan asli semarang. Anehnya, dia sangat fasih berbahasa jawa dengan dialek-dialek khasnya. Bikin iri setengah mati kalau dia berbahasa jawa L
Fatimah Shafiyyah. Mahasiswi manajemen yang juga calon wanita sholehah, begitu kalimat canda kami.
Rangga Yodi. Apa ya? gebetannya dio, mungkin :p
Dio Alif P. Jangan bingung dek!! Hahaha. Kasihan Dio dibilang bingung terus. Sebenernya sih ekspresi wajahnya biasa aja, nggak lagi bingung, tapi SBT menyimpulkan Dio adalah ter-bingung 2012.
Mamduch. Paling alim di SBT. Jadi jengkel kalau udah repot-repot nyapa dia, tapi cuma dibalas senyum yang sangatsangat simpel. Tanpa basa-basi lain._.
Atika Rachmawati. Cewek KKI yang kecengannya bikin mupeng. Haha *abaikan
Pur. (lupa nama aslinya nih-_-) Cowok KKI yang berusaha kita jodohkan sama atika. Tapi sepertinya tak mungkin.
Auryn. Aduuuh gadis ini imut banget. Kesannya apa yah?
Dimas. Cuma mau ngajak berdoa sama-sama buat kesembuhan Dimas, supaya dia bisa turut merasakan betapa ‘gila’nya SBT.
Yudhistira. Satu-satunya cowok SBT yang penampilannya paling lumayan dari yang lain :p tapi ternyataaaaaa... yudhis itu abstrak banget. Pertahanan jaim nya sudah sangat runtuh kalau bareng SBT.
Ah! Makhluk-makhluk abstrak ini..

Hari ini, klimaks komdis di pasca OPK. Bener-bener terharu. Terlebih waktu Yudhis bilang dia nggak akan pindah dan seakan menunda Jermannya. Hmpfh.. tergetar loh. Bersyukur banget dipertemukan dengan SBT 25. Sampai akhirnya air mata luruh tak terbendung lagi.
Ditambah waktu lihat dua orang mentor kece yang sudah sangat seperti pasangan papa-mama bagi SBT. Oase ditengah gurun pasir; komdis. Dua orang yang harus selalu siaga menanggapi ketidaknormalan SBT. Daaaan mereka adalaaah.. Abdillah Rafi & Amalia Malfira. Maaf ya kak, kalian kita ceburin ke kolam makara :P
Kalau komdis ada dihati FEUI 2012. Kalian ada di hati kita, SBT 25.

love you guys{}


SBT 25..
SOLID. BERKARYA. TANGGUH. Yiiihaaa~




&langi-langit bagi hamparan angin&
Minggu, 09 September 2012
22.10 WIB