...aku menari bersama senja diiringi nyanyian hujan yang membekukan... ..
☂☂☂
Mei 18, 2013
Mei 09, 2013
Bicara Lewat Kata
Bukan aku malu mengucap kata. Hanya saja waktu yang belum mempersilakanku. Sekalipun detik semakin membuatku tersudut, keberanian waktu belum mencapai sempurna.
Kak, kau bilang, "ngomong, dong!" Kau menyuruhku bicara tanpa sekat pelafalan. Namun, berbanding semu dengan ekspresi. Aku hanya mendongakkan senyum samar. Bibirku mengucap "iya", tapi tidak dengan hatiku. Bukan sekadar malas ataupun belum ingin. Lebih dari sekadar itu. Aku bercinta dengan kata. "Aku, kan, bicara lewat tulisan," begitu jawabku selanjutnya. Kemudian senyum lagi.
Karena ketika waktu mempersilakan dengan anggunnya, aku akan mulai bicara lewat suara tanpa diperintah. Bukan lagi kata--yang sampai saat ini--selalu meneduhkan hatiku. Sekalipun goresan kata takkan pernah kutinggalkan.
Sejatinya, bicara lewat tulisan takkan pernah mati. Akan terus hidup bahkan sampai aku tidak pernah menulis lagi. Sebab menulis itu juga bicara, membicarakan apa yang didengar melalui tulisan. Juga membicarakanmu, yang mengingatkanku untuk bicara.
Kak, kau bilang, "ngomong, dong!" Kau menyuruhku bicara tanpa sekat pelafalan. Namun, berbanding semu dengan ekspresi. Aku hanya mendongakkan senyum samar. Bibirku mengucap "iya", tapi tidak dengan hatiku. Bukan sekadar malas ataupun belum ingin. Lebih dari sekadar itu. Aku bercinta dengan kata. "Aku, kan, bicara lewat tulisan," begitu jawabku selanjutnya. Kemudian senyum lagi.
Karena ketika waktu mempersilakan dengan anggunnya, aku akan mulai bicara lewat suara tanpa diperintah. Bukan lagi kata--yang sampai saat ini--selalu meneduhkan hatiku. Sekalipun goresan kata takkan pernah kutinggalkan.
Sejatinya, bicara lewat tulisan takkan pernah mati. Akan terus hidup bahkan sampai aku tidak pernah menulis lagi. Sebab menulis itu juga bicara, membicarakan apa yang didengar melalui tulisan. Juga membicarakanmu, yang mengingatkanku untuk bicara.
April 30, 2013
FE: Katanya, fakultas rumpun sosial?
Hari Bumi.
Hari Bumi, 22 April, merupakan peringatan
tahunan yang diakui secara internasional oleh seluruh negara di belahan dunia. “Hari Bumi” ini sendiri disebut-sebut sebagai
harinya para pecinta lingkungan. Bagaimana tidak, puluhan tahun silam ketika
pencanangan “Hari Bumi”, terjadi aksi turun ke jalan oleh sekitar 200 juta orang
untuk mengkampanyekan perlindungan lingkungan hidup. Aksi besar-besaran ini
diprakarsai oleh senator asal Amerika Serikat, Gaylord Nelson, yang merasa
sangat sedih melihat perubahan kondisi bumi hingga saat itu. Dengan menggunakan
kekuasaannya sebagai senator, ia melancarkan aksi-aksi protes secara nasional
untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat luas terhadap kesehatan dan keberlangsungan
lingkungan.
Isu dan aksi protes nasional yang
dibawa oleh Nelson mendapat tanggapan positif dari kalangan bawah yang turut
simpatik untuk mengecam para perusak bumi. Meskipun pada awalnya, gerakan
Nelson ini tidak dengan mudah dibawa dalam agenda nasional. Namun pada
akhirnya, setelah tujuh tahun gencar menyerukan isu lingkungan dengan cara-cara
yang strategis, isu kepedulian terhadap lingkungan ini berhasil mencapai
penetapan 22 April sebagai “Hari Bumi”.
Peringatan Hari Bumi masa kini.
Tahun 2013, dunia internasional
kembali bersatu dalam upaya memperbaiki kondisi bumi. Berbagai jenis perayaan
terjadi secara serentak dalam memperingati hari yang peduli terhadap lingkungan
ini. Mulai dari aksi menanam pohon, kampanye cinta lingkungan, aksi turun ke
jalan, maupun penyadaran sistem 3R (reuse,
reduce, dan recycle).
Begitupun dengan yang terjadi di
Indonesia. Berbagai jenis kemeriahan melalui ide-ide menarik dari berbagai
kalangan turut mewarnai Hari Bumi 22 April. Termasuk di lingkungan kampus yang menyandang
nama negeri ini, dimana banyak ekspektasi masyarakat tumbuh dan mengharapkan
perbaikan kualitas kehidupan pada berbagai aspek.
Di Fakultas Ekonomi, pada sebuah
sudut lokasi tergambar kemeriahan Hari Bumi. Sebuah unit komunitas yang concern terhadap kegiatan sosial membuka
ruang terbuka dalam rangka merayakan Hari Bumi. Konsep reuse ditangguhkan sebagai acara berupa pemanfaatan barang bekas
yang akan dikreasikan menjadi barang baru yang lebih bermanfaat dan bernilai,
diharapkan menjadi sarana yang dapat menarik minat mahasiswa untuk ikut serta. Namun
sayangnya, konsep sosial tersebut tak selamanya mendapat respon sesuai harapan.
Faktanya, sampai dengan detik-detik pelaksanaan acara, hanya segelintir
mahasiswa saja yang datang dan benar-benar mengikuti rangkaian acara.
Fakultas
Ekonomi. Katanya fakultas rumpun sosial? Kemudian, dimana letak kesadaran mahasiswanya terhadap
aspek-aspek sosial kemasyarakatan? Bukankah kita ini hidup di lingkungan
masyarakat yang notabene memerlukan kepekaan kita untuk mengembangkannya? Dan
lingkungan merupakan unsur yang sangat luas. Bumi adalah salah satu
diantaranya. Tetapi kenyatanya, yang terjadi saat ini tidak selaras dengan
kebutuhan-kebutuhan tersebut.
Pelaksanaan kemeriahan Hari Bumi
yang hanya terjadi satu kali setiap tahun saja tidak mendapat apresiasi seindah
bumi mengapresiasi kehidupan manusia. Padahal, manusia hidup di dunia ini secara
sempurna dengan segala macam kemudahan dan kedigdayaan. Tapi kenyataannya
justru hal itulah yang merubah makna persepsi sosial tiap individu.
Sumber:
April 27, 2013
Nyaman
Ternyata, beginilah perasaan nyaman itu.
Berasal dari sumber yang kadang tak pasti, namun pengaruhnya terasa amat
bermakna dan mungkin tak terlupakan.
Hei…
Lihat saya disini?
Lihat perasaan nyaman saya?
Andai nyaman ini bisa dirasakan sama-sama.
Andai, loh,
ya..
Ya, andai.
Pasti semuanya akan lebih bermakna dan
berharga. Apalagi ketika ditambah dengan kesadaran sosial kita yang saling
melengkapi.
Aku…
Aku…
Aku pasti berbahagia, ketika menyadari pujangga
sosial dapat melebur menciptakan satu makna. Makna yang takkan lekang oleh
masa. Seperti kagum ini. Kagum yang tak kusadari darimana asalnya, namun yang
pasti sudah terpaut hanya pada hatimu. Terima kasih.Maret 31, 2013
Sedekat Jarak
Bukan aku tak berniat menghampiri, hanya saja masih banyak sekat tak kentara disini. Langkahku tersekap dalam balutan jaring-jaring alasan ketidakberanian. Semula aku hanya berpikir bahwa mengagumi dari jauh saja cukup. Dan batas aku memandangimu ini akan selalu menjadi saksi. Sebab nyatanya, selalu ditempat inilah aku berhasil menggapai rupamu yang gagah.
Bicara jarak, begitu banyak yang tercipta diantara kita. Entahlah. Tapi itu justru membuatku selalu bersinar saat menyadari aku bisa mengagumi sosokmu. Ada yang bilang, bahwa yang diawali dengan rasa kagum akan mengalir fluktuatif seindah arus yang bermuara pada lautan. Mungkinkahku?
Padahal, kita bukan teman satu angkatan. Kita belum pernah berkenalan. Tak satupun ada yang menjadi perantara kenalnya kita. Kita belum pernah terlibat pada satu hal yang sama. Kita pribadi yang berbeda. Intinya semua alasan berpihak pada jarak antara kita berdua. Bahkan mungkin kau belum pernah melihatku. Namun, pada kenyataannya, jarak-jarak itulah yang membuatku sedekat ini mengagumimu. Salam, staff bidang serupa berbeda dimensi waktu dan masa.
Bicara jarak, begitu banyak yang tercipta diantara kita. Entahlah. Tapi itu justru membuatku selalu bersinar saat menyadari aku bisa mengagumi sosokmu. Ada yang bilang, bahwa yang diawali dengan rasa kagum akan mengalir fluktuatif seindah arus yang bermuara pada lautan. Mungkinkahku?
Padahal, kita bukan teman satu angkatan. Kita belum pernah berkenalan. Tak satupun ada yang menjadi perantara kenalnya kita. Kita belum pernah terlibat pada satu hal yang sama. Kita pribadi yang berbeda. Intinya semua alasan berpihak pada jarak antara kita berdua. Bahkan mungkin kau belum pernah melihatku. Namun, pada kenyataannya, jarak-jarak itulah yang membuatku sedekat ini mengagumimu. Salam, staff bidang serupa berbeda dimensi waktu dan masa.
Maret 26, 2013
Maret 16, 2013
Hanya dengan Senyum
Pagi, semesta.
Salam untuk seluruh makhluk yang menutup hari kemarin penuh senyuman :)
Karena:
Hanya dengan senyum gundahmu sirna
Hanya dengan senyum harimu bercahaya
Hanya dengan senyum bahagiamu bermula
Hanya dengan senyum kisahmu bercerita
Hanya dengan senyum lelah pasti berdusta
Hanya dengan senyum sukses kian tercipta
Hanya dengan senyum pangeran akan jatuh cinta
Dan..
Hanya dengan senyum, kau bersahabat dengan seluruh isi dunia..
Salam untuk seluruh makhluk yang menutup hari kemarin penuh senyuman :)
Karena:
Hanya dengan senyum gundahmu sirna
Hanya dengan senyum harimu bercahaya
Hanya dengan senyum bahagiamu bermula
Hanya dengan senyum kisahmu bercerita
Hanya dengan senyum lelah pasti berdusta
Hanya dengan senyum sukses kian tercipta
Hanya dengan senyum pangeran akan jatuh cinta
Dan..
Hanya dengan senyum, kau bersahabat dengan seluruh isi dunia..
Langganan:
Postingan (Atom)
